Abstract:
Rekonstruksi Ruas Jalan Luragung–Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dengan menggunakan konstruksi perkerasan lentur dengan lapis permukaan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC). Berdasarkan pengamatan visual di lapangan menemukan retak pada beberapa titik serta indikasi permasalahan pelaksanaan konstruksi yang berpotensi memengaruhi mutu perkerasan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu lapisan AC-WC terhadap Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025.
Evaluasi dilakukan melalui pengujian lapangan dan laboratorium, meliputi pengambilan sampel core drill untuk mengetahui kepadatan dan ketebalan lapisan, ekstraksi aspal untuk mengetahui kadar aspal dan gradasi agregat, pengujian keausan agregat untuk mengetahui ketahanan gesekan serta benturan pada agregat, pengujian Marshall untuk mengetahui karakteristik campuran, serta Paper Test untuk mengevaluasi keseragaman sebaran tack coat pada lajur kiri dan lajur kanan.
Hasil pengujian core drill menunjukkan berat isi lapangan rata-rata 2,244 gr/cm³ (lajur kiri) dan 2,250 gr/cm³ (lajur kanan), dengan kepadatan 99,37% dan 99,66%, memenuhi syarat minimum 98%. Ketebalan lapisan rata-rata 4,19 cm (kiri) dan 4,26 cm (kanan). Keausan agregat rata-rata 22,31%, jauh di bawah batas maksimum 40%. Nilai stabilitas Marshall rata-rata 952 kg (kiri) dan 966 kg (kanan), melampaui syarat minimum 800 kg. Namun, hasil Paper Test menunjukkan volume tack coat rata-rata pada lajur kiri hanya 0,150 L/m², di bawah batas minimum 0,20 L/m², sementara lajur kanan mencapai 0,384 L/m² dan telah memenuhi spesifikasi. Ketidakseragaman ini diduga terkait penggunaan alat distributor tack coat berukuran kecil dengan pipa semprot manual (hand sprayer). Secara umum, mutu campuran AC-WC pada ruas Jalan Luragung–Cibingbin memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025, namun penyemprotan tack coat pada lajur kiri belum memenuhi standar dan berpotensi menjadi salah satu penyebab kerusakan dini perkerasan.
Kata Kunci: AC-WC, core drill, Marshall, tack coat.