Abstract:
Latar Belakang: Remaja menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap perangkat digital. Penggunaan layar berlebihan mengganggu pola tidur dan menurunkan sleep quality menjadi isu kesehatan mendesak. Di SMK Taruna Bangsa, fenomena screen time tinggi perlu dikaji spesifik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara screen time dengan sleep quality pada remaja di SMK Taruna Bangsa. Metode: Deskriptif korelasional cross-sectional. Variabel independen adalah screen time (durasi dan pola penggunaan perangkat berlayar), sedangkan variabel dependen adalah sleep quality (kualitas tidur subjektif). Populasi 291 siswa, sampel 75 responden (rumus Slovin, error 10%). Sampling proportional random sampling. Instrumen: QueST untuk screen time dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk sleep quality. Analisis univariat dan uji korelasi person. Hasil: Screen time responden 52% kategori sedang dan 40% tinggi. Hampir seluruh responden (88,9%) menghabiskan >4 jam di depan layar malam hari. Sleep quality buruk: 76% responden (skor PSQI >5). Sleep latency >30 menit: 58,7% responden. Daytime dysfunction: 69,3% responden..Uji korelasi person menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,523 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan sleep quality dengan tingkat hubungan sedang hingga kuat. Arah korelasi positif menunjukkan semakin tinggi screen time, semakin buruk sleep quality. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan sleep quality pada remaja di SMK Taruna Bangsa. Saran: Diperlukan intervensi komprehensif dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan remaja untuk mengurangi screen time dan memperbaiki sleep quality melalui edukasi sleep hygiene dan pembatasan penggunaan gadget pada malam hari.