Abstract:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan area kritis dengan karakteristik pelayanan yang fluktuatif, tidak terprediksi, dan menuntut response time yang cepat. Kondisi tersebut menempatkan perawat pada risiko tinggi mengalami beban kerja ekstrem yang berpotensi memicu stres kerja okupasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis bukti empiris mengenai hubungan antara beban kerja terhadap stres kerja perawat di ruangan IGD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literatur review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect (publikasi tahun 2017–2026) yang diekstraksi dengan metode DSVIA. Berdasarkan kriteria seleksi, diperoleh 10 artikel akhir (7 nasional, 3 internasional) berdesain kuantitatif korelasional cross-sectional. Hasil: Hasil analisis dari 10 jurnal menunjukkan mayoritas karakteristik beban kerja dan tingkat stres kerja perawat IGD berada pada kategori sedang hingga berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beban kerja terhadap stres kerja perawat (p value < 0,05). Kesimpulan: Beban kerja yang tinggi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan stres kerja perawat di IGD, di mana akumulasi kedua variabel berisiko menurunkan produktivitas dan kinerja klinis. Manajemen rumah sakit disarankan melakukan restrukturisasi tenaga kerja berbasis beban kerja nyata serta menyediakan program manajemen stres organisasi yang terstruktur.