Abstract:
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Data
sekunder berupa Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya
(RAB) proyek, dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) diolah untuk
merekonstruksi model 3D parametrik serta mengekstraksi data volume material
(beton, penulangan, bekisting, dan pasangan batu) secara otomatis melalui fitur
Schedules/Quantities pada software Autodesk Revit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM 5D menghasilkan estimasi
volume dan biaya yang lebih presisi serta efisien dibandingkan metode
konvensional. Total estimasi biaya pekerjaan tanah, pondasi, dan beton struktur
bawah berdasarkan metode konvensional adalah sebesar Rp98.411.851,00,
sedangkan hasil perhitungan berbasis BIM Revit adalah sebesar Rp89.839.193,10.
Terdapat selisih efisiensi/penghematan biaya sebesar Rp8.572.657,90 (efisiensi
sebesar 8,71%). Perbedaan tersebut didominasi oleh ketelitian BIM dalam
memperhitungkan volume bersih (net quantity), meminimalisasi overlapping pada
pasangan batu belah dan beton, serta mengurangi over-estimation luasan bekisting
dan berat besi tulangan pada elemen sloof. Implementasi BIM 5D terbukti
meningkatkan akurasi data kuantitas (Quantity Take-Off), mempercepat proses
estimasi, dan memitigasi risiko pembengkakan biaya (unforeseen cost) akibat
human error.
Kata Kunci: Building Information Modeling (BIM) 5D, Autodesk Revit, Estimasi
Biaya, Quantity Take-Off, Pondasi, PLHUT Pangandaran.