Abstract:
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi tersebut adalah self-esteem. Remaja dengan self-esteem yang rendah cenderung memiliki penilaian negatif terhadap dirinya sehingga lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-esteem dengan tingkat kecemasan dan depresi pada remaja di SMAN 3 Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 88 siswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Rosenberg Self-esteem Scale (RSES), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-esteem kategori sedang sebanyak 60 responden (68,2%), tingkat kecemasan kategori ringan sebanyak 36 responden (40,9%), dan tingkat depresi kategori minimal sebanyak 31 responden (35,2%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan tingkat kecemasan (p = 0,026; r = -0,29) dan terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan tingkat depresi (p = 0,000; r = -0,373). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem yang dimiliki remaja, maka semakin rendah tingkat kecemasan dan depresi yang dialami. Oleh karena itu, peningkatan self-esteem perlu menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan mental remaja.