Abstract:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pneumonia pada balita memicu penumpukan sekret kental sehingga bersihan jalan napas menjadi tidak efektif. Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan bersihan jalan napas pada balita melalui penerapan inovasi terapi uap air hangat dan minyak kayu putih berlandaskan Teori Dorothea Orem dan Florence Nightingale. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada An. D (2 tahun 7 bulan) dengan diagnosa ISPA pneumonia di Puskesmas Selasari Kabupaten Pangandaran. Intervensi dilakukan selama 4 hari, terbagi atas fase akut farmakologis di puskesmas pada hari pertama dan fase homecare melalui terapi uap mandiri pada hari kedua hingga keempat. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi uap air hangat dan minyak kayu putih secara rutin, masalah keperawatan bersihan jalan napas teratasi sepenuhnya. Kandungan cineole dan efek hidrasi uap hangat terbukti efektif mengencerkan sekret, menurunkan frekuensi napas dari 45 x/menit menjadi 26 x/menit, meningkatkan saturasi oksigen dari 92% menjadi 98%, mengeliminasi suara ronchi, serta meningkatkan kenyamanan anak. Tindakan ini juga dikombinasikan dengan intervensi standar SIKI seperti fisioterapi dada. Evaluasi menunjukkan ibu pasien telah mandiri menerapkan terapi uap ini secara aman di rumah. Dapat disimpulkan bahwa inovasi terapi uap air hangat dan minyak kayu putih sangat efektif meningkatkan bersihan jalan napas serta dapat diaplikasikan keluarga sebagai terapi pendamping yang aman dan holistik di rumah.