Abstract:
Latar Belakang: Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan menjadi salah satu penyebab utama nyeri serta keterbatasan aktivitas fisik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah latihan Range of Motion (ROM). Terapi ROM diketahui mampu meningkatkan fleksibilitas sendi, kekuatan otot, sirkulasi darah, serta mempertahankan fungsi gerak pada lansia dengan osteoartritis.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi Range of Motion (ROM) terhadap penurunan tingkat nyeri pada lansia dengan osteoartritis berdasarkan hasil literature review. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis). Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dilakukan telaah dan analisis lebih lanjut.Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa seluruh jurnal yang dianalisis (100%) melaporkan adanya pengaruh atau hubungan yang signifikan antara terapi ROM dan penurunan nyeri pada lansia dengan osteoartritis. Selain menurunkan intensitas nyeri, terapi ROM juga terbukti meningkatkan rentang gerak sendi, kekuatan otot, mobilitas, keseimbangan, fungsi fisik, serta kualitas hidup lansia. Desain penelitian yang paling banyak digunakan adalah Quasi Experimental (40%), diikuti Randomized Controlled Trial (30%) dan Cross-Sectional Study (30%).Kesimpulan: Terapi Range of Motion (ROM) merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk menurunkan tingkat nyeri pada lansia dengan osteoartritis. Terapi ini dapat menjadi salah satu alternatif intervensi keperawatan dalam upaya meningkatkan fungsi fisik dan kualitas hidup lansia.