Abstract:
Pendahuluan: Self-efficacy merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi kesiapan dan perilaku mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi kegawatdaruratan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan perilaku first aid pada mahasiswa keperawatan berdasarkan bukti empiris terkini. Metode: Penelitian menggunakan desain systematic literature review dengan panduan PRISMA 2020. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan GARUDA pada periode 2016–2026. Penilaian kualitas metodologis menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil: Dari 707 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi yang terdiri atas 9 studi cross-sectional dan 1 studi randomized controlled trial. Mayoritas penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara self-efficacy dengan perilaku first aid, kesiapan tanggap darurat, dan keterampilan resusitasi pada mahasiswa keperawatan. Kekuatan hubungan berkisar dari lemah hingga kuat (r = 0,150–0,491). Faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi pengalaman pelatihan, kecemasan situasional, norma sosial, serta tingkat pendidikan. Kesimpulan: Self-efficacy memiliki hubungan positif yang konsisten terhadap perilaku first aid mahasiswa keperawatan dalam situasi kegawatdaruratan. Penguatan self-efficacy melalui pelatihan berbasis simulasi dan praktik kegawatdaruratan direkomendasikan dalam pendidikan keperawatan