Abstract:
Latar Belakang : Kesehatan mental dewasa muda menghadapi tantangan psikososial besar pada fase transisi. Ketidakmampuan menyaring informasi di era digital berisiko memicu self-diagnosis keliru, kecemasan, dan menghambat pencarian bantuan profesional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paparan informasi kesehatan mental di media sosial (TikTok/Instagram) dengan tingkat literasi kesehatan jiwa dewasa muda. Metode : Metode penelitian berupa Literature Review. Dari total 308 artikel yang diidentifikasi, dilakukan skrining menggunakan PRISMA diagram dan Critical Appraisal dari Joanna Briggs Institute (JBI) hingga diperoleh 10 jurnal ilmiah (60% kuantitatif cross-sectional, 40% kualitatif) terbitan 2021–2026. Telaah difokuskan pada efektivitas promosi kesehatan digital terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku help-seeking. Hasil : Hasil evaluasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Paparan konten edukasi terstruktur dari akun profesional efektif menurunkan stigma negatif dan meningkatkan self-awareness. Sebaliknya, durasi paparan tidak terkontrol (adiksi) berkorelasi negatif karena memicu social comparison dan kelelahan kognitif. Kesimpulan : Paparan informasi melalui TikTok atau Instagram efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa jika bersumber dari edukasi yang kredibel. Platform visual ini menjadi fondasi penting bagi dewasa muda dalam mengambil keputusan perawatan diri psikologis yang tepat, meski penggunaannya harus bijak untuk menghindari dampak psikologis negatif.