Abstract:
Pendahuluan: Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan remaja. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memberikan
dampak negatif terhadap kesehatan mental, terutama meningkatkan tingkat
kecemasan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensitas
penggunaan media sosial dengan kecemasan pada remaja. Tujuan:
Mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial
terhadap tingkat kecemasan pada remaja melalui literature review. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan mengacu pada
pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database ScienceDirect,
PubMed, dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2016–2026. Kualitas artikel
dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Dari 10.126 artikel yang
teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam
penelitian ini. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian
menemukan hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media
sosial dan tingkat kecemasan pada remaja. Frekuensi dan durasi penggunaan media
sosial yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kecemasan. Faktor-faktor yang
berkontribusi meliputi Fear of Missing Out (FoMO), perbandingan sosial,
kecemasan terhadap penampilan, serta paparan berlebihan terhadap konten dan
interaksi daring. Temuan secara konsisten menunjukkan bahwa remaja dengan
intensitas penggunaan media sosial yang lebih tinggi memiliki risiko lebih besar
mengalami gejala kecemasan. Kesimpulan: Intensitas penggunaan media sosial
yang tinggi berhubungan dengan peningkatan tingkat kecemasan pada remaja.
Diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi literasi digital serta
penggunaan media sosial yang sehat untuk mendukung kesehatan mental remaja.