Abstract:
Latar Belakang: Afasia motorik pada pasien stroke mengganggu komunikasi verbal dan menurunkan kualitas hidup. Speech and Language Therapy (SLT) menjadi intervensi rehabilitatif yang potensial. Tujuan: Menganalisis efektivitas SLT terhadap afasia motorik pada pasien stroke. Metode: Literature review dengan pencarian artikel pada database ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar (2018–2025) menggunakan kata kunci sesuai MeSH. Seleksi studi mengikuti diagram PRISMA dan penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil: Sepuluh jurnal dianalisis, terdiri dari RCT, kuasi-eksperimen, pre-eksperimen, studi kasus, dan kualitatif. SLT terbukti efektif meningkatkan kemampuan bicara, artikulasi, dan komunikasi fungsional (p<0,05). Metode AIUEO, MIT, CILT, serta terapi berbasis budaya (hijaiyah, idiom) menunjukkan hasil signifikan. Intensitas terapi 2 jam/hari optimal. Kesimpulan: SLT efektif dalam pemulihan komunikasi pada pasien stroke dengan afasia motorik. Keberhasilan dipengaruhi oleh jenis terapi, intensitas, usia, dan keparahan afasia. Perawat berperan penting dalam fasilitasi dan edukasi keluarga untuk mendukung keberlanjutan terapi.
Kata Kunci: Afasia motorik; stroke; terapi wicara; speech and language therapy; literature review