Abstract:
Pendahuluan: Penggunaan media sosial pada remaja mengalami peningkatan seiring perkembangan teknologi digital. Kemudahan akses informasi melalui media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif, salah satunya meningkatkan risiko perilaku seksual pada remaja. Paparan konten pornografi, interaksi bebas, serta kurangnya pengawasan penggunaan media sosial diduga berhubungan dengan munculnya perilaku seksual berisiko pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Kata kunci yang digunakan yaitu social media use, risky sexual behavior, dan adolescents. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan pendekatan PICOS. Dari hasil pencarian diperoleh 15 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: Hasil literature review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penggunaan media sosial yang tinggi, paparan pornografi, media seksual eksplisit, serta intensitas komunikasi digital berhubungan dengan meningkatnya perilaku seksual berisiko seperti seks pranikah, akses pornografi, pengalaman seksual online, dan viktimisasi seksual. Faktor lain yang memengaruhi yaitu jenis kelamin, pengaruh teman sebaya, rendahnya pengawasan orang tua, serta kurangnya literasi digital dan kesehatan reproduksi. Kesimpulan: Penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan meningkatnya perilaku seksual berisiko pada remaja sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi, pengawasan orang tua, dan literasi digital yang baik.