Abstract:
Pendahuluan: Burnout pada perawat merupakan permasalahan global yang
signifikan di bidang kesehatan, didorong oleh beban kerja berlebih, tekanan
emosional yang berkelanjutan, dan keterbatasan sumber daya organisasi, yang
berdampak pada kesejahteraan perawat maupun kualitas asuhan pasien. Work
engagement, yang secara konseptual merupakan antitesis dari burnout, berperan
sebagai faktor protektif penting dalam kesehatan kerja. Namun, sintesis sistematis
yang mengkaji hubungan keduanya pada perawat rumah sakit masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara burnout dan work
engagement pada perawat di rumah sakit. Metode: Penelusuran dilakukan pada tiga
database elektronik: PubMed, DOAJ, dan GARUDA. Pelaporan mengacu pada
panduan PRISMA 2020. Seleksi artikel dilakukan menggunakan aplikasi Rayyan
AI, dan penilaian kualitas metodologi menggunakan instrumen JBI Critical
Appraisal Checklist for Analytical Cross-Sectional Studies. Sintesis data
menggunakan kerangka PECOS. Hasil: Penelusuran menghasilkan 168 artikel, 20
artikel memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Desain penelitian yang
dominan adalah cross-sectional (95%), mencakup 11 negara dengan lebih dari
12.000 perawat. Seluruh studi secara konsisten menunjukkan hubungan negatif
yang signifikan secara statistik antara burnout dan work engagement, dengan
koefisien korelasi berkisar antara r = −0,231 hingga r = −0,638. Kesimpulan:
Burnout terbukti memiliki hubungan negatif yang kuat dengan work engagement
pada perawat rumah sakit di berbagai konteks negara. Kelelahan emosional
merupakan dimensi burnout yang paling dominan memengaruhi dedication,
sehingga menjadi target utama intervensi. Work engagement berfungsi sebagai
variabel moderator yang melindungi perawat dari dampak tuntutan pekerjaan yang
tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal pada
berbagai tipe rumah sakit untuk memperkuat generalisasi temuan