Abstract:
Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut
yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Menurut
WHO (2022), pneumonia menyebabkan sekitar 740.180 kematian pada anak balita
di dunia. Anak dengan pneumonia yang menjalani inhalasi sering mengalami
kecemasan akibat lingkungan rumah sakit, penggunaan masker nebulizer, dan suara
alat nebulizer sehingga anak menjadi rewel, menangis, dan tidak kooperatif
(Sulistyawati, 2024). Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan
adalah terapi bermain pop it (Dessie & Zesi, 2023). Tujuan: Studi kasus ini
bertujuan menggambarkan penerapan terapi bermain pop it dalam menurunkan
kecemasan anak dengan pneumonia saat inhalasi di RSUD dr. Soekardjo Kota
Tasikmalaya. Metode: Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode studi
kasus melalui asuhan keperawatan dengan penerapan aplikasi jurnal terapi bermain
pop it pada anak dengan pneumonia yang mengalami ansietas saat menjalani
prosedur inhalasi. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan Visual
Facial Anxiety Scale (VFAS) sebelum dan sesudah intervensi (Yumul et al., 2024).
Hasil: Sebelum intervensi, anak tampak rewel, menangis, dan gelisah dengan skor
VFAS 5. Setelah diberikan terapi bermain pop it selama inhalasi, anak tampak lebih
tenang, lebih kooperatif, dan skor VFAS menurun menjadi 1.