Abstract:
Latar Belakang: Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat yang tinggi, termasuk pada remaja. Pendidikan kesehatan media audio visual diduga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai PMS di SMA Negeri 1 Baregbeg. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai PMS di SMA Negeri 1 Baregbeg. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design menggunakan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik sampling stratified random sampling dengan 76 responden (38 intervensi, 38 kontrol). Pengumpulan data menggunakan kuesioner Google Form berisi 15 pertanyaan. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney.Hasil: Kelompok intervensi (38 orang) mengalami peningkatan pengetahuan dengan Mean Rank 19,50 dan Sum of Ranks 741,00. Kelompok kontrol mengalami peningkatan dengan Mean Rank 10,50 dan Sum of Ranks 168,00. Sebanyak 5 orang (Negative Ranks) mengalami penurunan pengetahuan dengan Mean Rank 12,60 dan Sum of Ranks 63,00. Sisanya 17 orang (Ties) tidak menunjukkan perubahan. Hasil uji Mann-Whitney kelompok intervensi memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Hasil uji Mann-Whitney kelompok kontrol memperoleh nilai p = 0,561 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pendidikan audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai PMS di SMA Negeri 1 Baregbeg. Saran: Siswa diharapkan memanfaatkan peningkatan pengetahuan untuk memahami bahaya, penularan, gejala, dan cara pencegahan PMS, menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari perilaku seksual berisiko, serta menjadi agen perubahan bagi teman sebaya.