Abstract:
Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PJOK menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan. Hasil observasi awal di MTs YPK Cijulang menunjukkan bahwa sebagian siswa kurang antusias, cenderung pasif, dan mudah merasa bosan karena pembelajaran masih didominasi latihan teknik dasar secara berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan permainan tradisional gobak sodor yang mengandung aktivitas fisik, interaksi sosial, kerja sama, dan unsur kesenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional gobak sodor terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas VII MTs YPK Cijulang. Instrumen penelitian menggunakan angket motivasi belajar yang terdiri atas 28 butir pernyataan dengan skala Likert 1-5. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 109,20 pada pretest menjadi 113,07 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai W = 14,500 dengan p = 0,0031 < 0,05. Sebanyak 16 siswa mengalami peningkatan skor, 1 siswa mengalami penurunan, dan 13 siswa tetap. Nilai Cohen’s dz sebesar 0,6867 menunjukkan pengaruh sedang menuju besar. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan permainan tradisional gobak sodor terhadap motivasi belajar siswa di MTs YPK Cijulang.