Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sikap bahasa penutur dalam konten YouTube Podkesmas serta pemanfaatannya sebagai pengayaan bahan ajar diskusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan para penutur dalam beberapa video konten YouTube Podkesmas yang dianalisis berdasarkan teori Garvin dan Mathiot (1968), yaitu kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa, dan kesadaran terhadap norma bahasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 data tuturan yang dianalisis, terdapat 10 tuturan (16%) termasuk sikap positif dan 52 tuturan (84%) termasuk sikap negatif. Pada aspek kesetiaan bahasa ditemukan 15 data (24%), terdiri atas 3 sikap positif dan 12 sikap negatif. Pada aspek kebanggaan bahasa ditemukan 15 data (24%), terdiri atas 4 sikap positif dan 11 sikap negatif. Sementara itu, pada aspek kesadaran terhadap norma bahasa ditemukan 32 data (52%), terdiri atas 3 sikap positif dan 29 sikap negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sikap bahasa penutur dalam konten YouTube Podkesmas didominasi oleh sikap negatif, terutama pada aspek kesadaran terhadap norma bahasa. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan dalam konten YouTube Podkesmas dapat dimanfaatkan sebagai pengayaan bahan ajar diskusi. Tuturan tersebut dapat digunakan sebagai sumber belajar autentik untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis sikap bahasa, sekaligus memahami struktur dan kaidah kebahasaan dalam kegiatan diskusi. Dengan demikian, hasil penelitian ini relevan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan sesuai dengan perkembangan media digital.