Abstract:
ABSTRAK Ai Nur Denis. EKSPLORASI KOSAKATA BUDAYA LOKAL DALAM CERITA RAKYAT PULO MAJETI ( SEBAGAI ALTERNATIF PENGAYAAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Agustus 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya penggunaan kosakata budaya lokal pada peserta didik sekolah dasar akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta kurangnya pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada cerita rakyat Pulo Majeti sebagai sumber eksplorasi kosakata budaya lokal yang memiliki nilai budaya dan potensi sebagai bahan pengembangan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik kosakata budaya lokal pada cerita rakyat Pulo Majeti serta mendeskripsikan pengembangan kosakata budaya lokal sebagai dasar pengembangan media pembelajaran buku pop-up dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui analisis isi cerita rakyat Pulo Majeti, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi terhadap kosakata budaya lokal berdasarkan konteks budaya yang terkandung dalam cerita rakyat serta relevansinya dengan pengembangan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kosakata budaya lokal dalam cerita rakyat Pulo Majeti mencerminkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, meliputi adat istiadat, kepercayaan, kesenian, lingkungan, sistem kemasyarakatan, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kosakata tersebut memiliki fungsi sebagai representasi identitas budaya sekaligus memperkaya pembelajaran kebahasaan peserta didik. Pengembangan kosakata budaya lokal sebagai dasar penyusunan media pembelajaran buku pop-up menghasilkan media yang kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas IV sekolah dasar. Media yang dikembangkan mampu memvisualisasikan kosakata budaya lokal secara konkret sehingga memudahkan pemahaman makna kosakata sekaligus menumbuhkan minat belajar dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kosakata budaya lokal pada cerita rakyat Pulo Majeti memiliki potensi yang kuat sebagai sumber pengayaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Pengembangan media buku pop-up berbasis kosakata budaya lokal dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan bermakna dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.