Abstract:
Keterampilan shooting merupakan salah satu teknik dasar yang menentukan keberhasilan dalam permainan sepak bola karena berperan langsung dalam menciptakan gol. Namun, berdasarkan hasil observasi di SSB Tunas Patriot Banjarsari, kemampuan shooting atlet usia 11 tahun masih belum optimal, terutama pada aspek kekuatan dan kecepatan tendangan. Salah satu metode latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah latihan plyometric yang memanfaatkan mekanisme stretch-shortening cycle (SSC) untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap keterampilan shooting atlet sepak bola usia 11 tahun di SSB Tunas Patriot Banjarsari. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu. Data dikumpulkan melalui tes shooting sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata shooting meningkat dari 76,67 menjadi 121,67. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga menunjukkan bahwa latihan plyometric berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan shooting. Dengan demikian, latihan plyometric dapat dijadikan sebagai alternatif program latihan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan shooting atlet sepak bola usia dini serta mendukung proses pembinaan prestasi secara berkelanjutan.