Abstract:
Penelitian memori kolektif Kabuyutan Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya
bertujuan untuk menganalisis proses pewarisan memori kolektif Kabuyutan
Galunggung dari generasi tua kepada generasi muda serta mengkaji peran
Kabuyutan Galunggung dalam pembentukan identitas budaya dan sosial
masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif
kualitatif dengan pendekatan kajian memori kolektif. Sumber data diperoleh
melalui wawancara dengan tokoh adat, sesepuh, juru pelihara situs, masyarakat
sekitar kawasan Galunggung, dan generasi muda, serta didukung oleh observasi,
dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles, Huberman,
dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan memori kolektif
berlangsung melalui tradisi lisan, cerita asal-usul Galunggung, pantangan adat,
ritual keagamaan, ziarah, dan kegiatan budaya yang melibatkan interaksi
antargenerasi. Memori kolektif tersebut berfungsi sebagai media pewarisan nilai
moral, spiritual, dan sosial masyarakat Sunda. Penelitian ini juga menunjukkan
adanya perbedaan pemaknaan antara generasi tua dan generasi muda terhadap
Kabuyutan Galunggung. Generasi tua memandangnya sebagai ruang sakral dan
warisan leluhur, sedangkan sebagian generasi muda lebih mengenalnya sebagai
kawasan wisata alam. Selain itu, Kabuyutan Galunggung berperan penting dalam
memperkuat hubungan masyarakat dengan leluhur, alam, sejarah lokal, dan
solidaritas sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kabuyutan Galunggung
tetap relevan sebagai sumber pelestarian memori kolektif dan penguatan identitas
budaya berbasis kearifan lokal di tengah perubahan sosial dan perkembangan
budaya digital.