Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kegiatan
ekstrakurikuler olahraga dalam upaya mengatasi kenakalan remaja di MA Minda.
Fenomena deviasi perilaku remaja seperti membolos, ketidakdisiplinan, hingga
agresivitas fisik menjadi latar belakang urgensi pengisian waktu luang melalui aktivitas
psikomotorik terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MA
Minda yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga (bola basket, futsal, bola
voli, dan taekwondo) sebanyak 40 orang, dengan teknik penentuan sampel
menggunakan sampel jenuh (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan
instrumen angket skala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya
(Cronbach's Alpha = 0,894), serta didukung oleh observasi dan dokumentasi sekolah.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa pemanfaatan kegiatan
ekstrakurikuler olahraga dalam menanggulangan kenakalan remaja berada pada
kategori Cukup Baik dengan total skor aktual sebesar 4007 (berada pada interval
2761–4140) dan persentase efektivitas sistemik mencapai 58,1%. Kontribusi tertinggi
ditemukan pada indikator pencegahan perkelahian di sekolah (67,3%) dan pencegahan
perilaku tidak jujur pada orang tua (77,3%). Uji statistik inferensial regresi linier
sederhana menghasilkan persamaan Y = 107,564 + 0,621X , dengan nilai signifikansi
0,015 (p < 0,05) dan F-hitung sebesar 6,729, yang membuktikan bahwa kegiatan
ekstrakurikuler olahraga berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kenakalan
remaja. Nilai koefisien determinasi (R Square) menunjukkan kontribusi pengaruh sebesar
19,4%, sementara 80,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar penelitian.
Kesimpulan penelitian menetapkan bahwa ekstrakurikuler olahraga berperan
nyata sebagai media kontrol sosial dan resolusi perilaku preventif-edukatif bagi remaja
di madrasah.