Abstract:
Seni pertunjukan Gembyungan dalam tradisi Nyangku di Panjalu, Ciamis, merupakan
praktik budaya penting di mana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan tradisi lokal
Sundanese. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk sinkretisme antara
nilai-nilai agama Islam dan adat istiadat setempat di Gembyungan dan untuk meneliti
fungsinya sebagai media harmonisasi budaya dalam penyebaran ajaran Islam. Studi ini
menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh budaya, seniman
Gembyungan, dan perwakilan masyarakat. Data dianalisis melalui kondensasi data,
presentasi data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Temuan menunjukkan empat
bentuk utama sinkretisme: integrasi unsur Islam dan lokal dalam alat musik, adaptasi
ayat-ayat Al-Barzanji ke gaya vokal Sundanese, interpretasi simbolis penyucian pusaka
sebagai penyucian diri spiritual, dan reinterpretasi religius dari waktu pelaksanaan ritual.
Gembyungan juga berfungsi sebagai media untuk dakwah Islam, solidaritas sosial,
regenerasi budaya-agama, dan harmonisasi antara nilai-nilai Islam dan adat istiadat
setempat. Studi ini menyimpulkan bahwa Gembyungan bukan hanya seni pertunjukan
tradisional, tetapi juga media budaya yang memungkinkan nilai-nilai Islam dan identitas
lokal untuk hidup berdampingan dan ditransmisikan lintas generasi