Abstract:
MAKNA FILOSOFIS TRADISI NGAWUWUH MASYARAKAT KAMPUNG MULAKEUDEU SUCINARAJA – GARUT
Yuyus (2105220027)
Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Galuh
yuyus02@student.unigal.ac.id
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Makna Filosofis Tradisi Ngawuwuh Masyarakat Kampung Mulakeudeu Sucinaraja–Garut”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan menganalisis makna filosofis Tradisi Ngawuwuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ngawuwuh yang awalnya dikenal sebagai Hajat Lembur berkembang menjadi festival budaya selama empat hari yang meliputi Ritus, Ngabumbang, Kawin Cai, dan minum wedang jahe bersama. Tradisi ini mengandung makna filosofis berupa rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, kebersamaan, persaudaraan, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Berbagai bahan dan perlengkapan tradisional yang digunakan memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Tradisi Ngawuwuh tidak hanya menjadi warisan budaya, melainkan menjadi sarana pelestarian identitas budaya dan penguatan solidaritas masyarakat Kampung Mulakeudeu.
Kata Kunci: Makna Filosofis, Tradisi Ngawuwuh, Kearifan Lokal, Kampung Mulakeudeu.