Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Kagaluhan yang terkandung dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian serta menganalisis relevansinya sebagai dasar pembentukan karakter. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Sumber data utama berupa naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian, didukung wawancara dengan filolog dan mahasiswa serta studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Kagaluhan tersebar dalam empat bagian utama naskah, yaitu Dasa Kreta, Dasa Prebakti, Karma ning Hulun, dan Pangimbuh ning Twah. Dari delapan belas indikator nilai karakter yang digunakan sebagai kerangka analisis, enam belas nilai dijelaskan secara eksplisit dalam naskah, meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Adapun nilai rasa ingin tahu dan gemar membaca tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi dapat dimaknai secara implisit melalui ajaran tentang belajar bahasa dan pengembangan kecakapan hidup dalam Pangimbuh ning Twah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sanghyang Siksa Kandang Karesian memuat sistem nilai yang komprehensif dan tetap relevan sebagai sumber penguatan karakter berbasis kearifan lokal.