Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya bahan ajar membaca novel
di tingkat SMA, khususnya dalam mendukung kemampuan peserta didik untuk
mengevaluasi gagasan dan pandangan sosial yang terkandung dalam teks fiksi.
Tujuan penelitian adalah mengkaji bentuk kritik sosial dalam novel Teruslah Bodoh
Jangan Pintar karya Tere Liye sekaligus sebagai alternatif bahan ajar. Metode yang
digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
berupa teknik baca, teknik mencatat, dan teknik dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye
menemukan 25 data, yaitu tujuh bentuk kritik sosial, meliputi kemiskinan (3 data),
kejahatan (8 data), disorganisasi keluarga (1 data), peperangan (1 data),
pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat (2 data), masalah lingkungan hidup
(5 data) dan masalah birokrasi (5 data). Berdasarkan hasil analisis tersebut,
selanjutnya dimanfaatkan sebagai alternatif pengayaan bahan ajar membaca novel
di SMA yang telah memenuhi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.