Abstract:
Naskah kuno merupakan warisan budaya yang mengandung berbagai nilai kehidupan, termasuk nilai kemasyarakatan yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, berkurangnya perhatian terhadap naskah kuno menyebabkan nilai tersebut belum banyak dikaji dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Salah satu naskah yang memuat nilai tersebut adalah Sanghyang Siksakandang Karesian, khususnya bagian Pangimbuh Ning Twah. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai kemasyarakatan Pangimbuh Ning Twah serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat masa kini. Penelitian menggunakan metode historis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pangimbuh Ning Twah memuat dua belas karakter, yaitu emet, imeut, rajeun, leukeun, pakapradana, morogol-rogol, purusa ning sawidagda, widagda, hapitan, karawaleya, cangcingan, dan langsitan, serta enam ajaran meliputi larangan berlebihan, pendidikan keluarga, penebusan hamba, pengelolaan kekayaan, belajar bahasa, dan menjodohkan anak. Kedua temuan tersebut menunjukkan nilai yang tetap relevan bagi kehidupan masyarakat masa kini.