| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran di Kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran. Permasalahan yang ditemukan antara lain kurangnya penataan lokasi parkir, masih adanya parkir liar, keterbatasan jumlah petugas parkir, lemahnya koordinasi dengan pengelola wisata, serta kurang memadainya sarana pendukung parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran di Kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran. Penelitian ini menggunakan teori fungsi pengelolaan menurut Afandi (2018:2) yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing), pengarahan (leading), dan pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran belum berjalan secara optimal. Pada dimensi perencanaan masih terdapat keterbatasan kapasitas lahan parkir dan sarana pendukung. Dimensi pengorganisasian belum optimal karena pembagian kerja dan koordinasi antarinstansi belum berjalan efektif. Dimensi penyusunan personalia telah berjalan cukup baik, namun penempatan petugas belum merata. Sementara itu, dimensi pengarahan dan pengawasan masih memerlukan peningkatan, terutama dalam sosialisasi aturan parkir, pengawasan lapangan, serta penegakan sanksi terhadap pelanggaran parkir. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan secara berkelanjutan guna mewujudkan pengelolaan parkir yang tertib, efektif, dan mendukung kenyamanan wisatawan. |
en_US |