Abstract:
Penelitian ini melatarbelakangi adanya fenomena belum optimalnya kinerja
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Kabupaten Ciamis, yang diindikasikan oleh belum tercapainya target evaluasi
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) serta adanya kesenjangan
kualifikasi pendidikan dan realisasi program pelatihan pegawai. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi, pendidikan,
dan pelatihan baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja ASN di Satpol
PP Kabupaten Ciamis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif kausal
dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pegawai ASN di Satpol PP Kabupaten Ciamis yang berjumlah 152 orang. Teknik
penarikan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dengan
rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 responden. Teknik
pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala
Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan
regresi linier berganda melalui program SPSS.
Hasil pengujian hipotesis secara parsial (Uji t) menunjukkan bahwa: (1)
Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai
signifikansi 0,000; (2) Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja ASN dengan nilai signifikansi 0,039 ; dan (3) Pelatihan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi 0,024. Hasil
pengujian secara simultan (Uji F) membuktikan bahwa kompetensi, pendidikan,
dan pelatihan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN.
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,536 menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh
ketiga variabel independen tersebut terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 53,6%,
sedangkan sisanya sebesar 46,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model
penelitian ini.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara
peningkatan keahlian individu (kompetensi), penguatan fondasi intelektual
(pendidikan), dan pengembangan keterampilan praktis (pelatihan) merupakan
faktor penentu yang sangat esensial dalam mendorong optimalisasi capaian kinerja
organisasi secara berkelanjutan.