Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dari belum optimalnya pelaksanaan pertemuan kelompok tani yang berlangsung tidak secara rutin dan cenderung bersifat insidental, kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani, serta rendahnya diversifikasi produk pertanian yang dihasilkan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Program Ketahanan Pangan Oleh Kelompok Tani Cipinang Mandiri di Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang, data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu pihak kelompok tani, pemerintah desa, dan penyuluh pertanian lapangan, serta data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumentasi berupa buku literatur, dokumen, dan gambar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun pengelolaan data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Efektivitas Pengelolaan Program Ketahanan Pangan Oleh Kelompok Tani Cipinang Mandiri di Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya optimal. Dari empat dimensi menurut Budiani dalam (Siahaan & Pardede, 2022:102-103) terdapat dua dimensi yang belum optimal yaitu sosialisasi program dan pemantauan program, serta satu dimensi belum sepenuhnya optimal yaitu tujuan program. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya intensitas pendampingan dan sosialisasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan, lalu tidak adanya pertemuan Kelompok Tani terjadwal dan evaluasi yang dilakukan secara terstruktur berkelanjutan, selain itu hasil panen belum didukung dengan sistem pemasaran yang baik, sehingga keterlibatan Kelompok Tani dan pengembangan hasil program belum berjalan optimal. Adapun upaya yang dilakukan yaitu kunjungan langsung kepada kelompok tani guna memastikan penyebaran informasi berlansung secara merata, mengoptimalkan fungsi ketua kelompok tani sebagai penggerak bagi anggotanya, dan menyusun agenda sosialisasi yang lebih sistematis.