| dc.description.abstract |
Niken Ayu Dwi Wahyuni, 3402220305. “Pengaruh Fleksibilitas Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja (Studi pada Karyawan Generasi Z Coffee Shop: Panada Coffee, Kopi Biji Ciamis, dan Hollow Space)”. Di bawah bimbingan Ibu Dr. Elin Herlina S.pd., M.M (Pembimbing I) dan Ibu Dr. Andini Grace Tinia S.E., M.M (Pembimbing II). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pertumbuhan pesat industri coffee shop di Kabupaten Ciamis yang menuntut produktivitas tinggi, namun di sisi lain memicu stres kerja pada karyawan Generasi Z. Data pra-survei menunjukkan adanya indikasi stres kerja yang signifikan, ditandai dengan tingginya gejala perilaku seperti penarikan diri dan gejala fisiologis berupa kelelahan fisik. Pemicu stres kerja utama dalam penelitian ini adalah rendahnya otonomi karyawan dalam menentukan jam kerja serta dukungan teknologi yang belum optimal. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi: 1]. Bagaimana fleksibilitas kerja pada karyawan Generasi Z di Panada Coffee, Kopi Biji Ciamis, dan Hollow Space?; 2]. Bagaimana tingkat stres kerja pada karyawan Generasi Z di Panada Coffee, Kopi Biji Ciamis, dan Hollow Space?; 3]. Bagaimana pengaruh fleksibilitas kerja terhadap tingkat stres kerja pada karyawan Generasi Z di Panada Coffee, Kopi Biji Ciamis, dan Hollow Space? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1]. Fleksibilitas kerja karyawan Generasi Z; 2]. Tingkat stres kerja karyawan Generasi Z; 3]. Pengaruh fleksibilitas kerja terhadap tingkat stres kerja karyawan Generasi Z pada objek penelitian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Koefisien Korelasi Rank Spearman, Uji Koefisien Determinasi, dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1]. fleksibilitas kerja pada karyawan Generasi Z di Panada Coffee, Kopi Biji Ciamis, dan Hollow Space berada pada kategori cukup tinggi yang didominasi oleh kemudahan koordinasi melalui teknologi; 2]. tingkat stres kerja pada karyawan Generasi Z di objek penelitian berada pada kategori cukup tinggi yang dipicu oleh gejala fisiologis berupa kelelahan fisik akibat beban operasional; serta 3]. terdapat pengaruh negatif yang sangat signifikan antara fleksibilitas kerja terhadap tingkat stres kerja, di mana kontribusi fleksibilitas kerja dalam menurunkan stres kerja mencapai 90,44% sedangkan sisanya sebesar 9,56% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Manajemen coffee shop disarankan untuk mengoptimalkan fleksibilitas pengaturan jadwal mandiri serta lebih memperhatikan gejala kelelahan fisik karyawan guna menekan tingkat stres kerja dan menjaga produktivitas tetap stabil. |
en_US |