Abstract:
Tantan Andriansyah. 2026. Pengaruh Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana
Desa (ADD) terhadap Kualitas Pembangunan Fisik di Desa Karyamukti
Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Di Bawah Bimbingan Dr. Nana Darna,
S.E., M.M. Selaku Pembimbing I dan Dr. Yagus Triana HS., Drs., M.Pd.
Selaku Pembimbing II.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pembangunan fisik di desa
diduga dipengaruhi oleh belum optimalnya efektivitas pengelolaan Alokasi Dana
Desa (ADD). Pengelolaan ADD yang belum berjalan secara efektif dapat
berdampak pada kurang maksimalnya pelaksanaan program pembangunan.
Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mengevaluasi dan menganalisis :
1) Bagaimana efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)?; 2) Bagaimana
kualitas pembangunan fisik?; 3) Bagaimana pengaruh efektivitas pengelolaan
Alokasi Dana Desa terhadap kualitas pembangunan fisik?. Dalam penelitian ini
digunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah
perangkat desa dan Kepala Keluarga di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman
Kota Banjar sebanyak 2.174 Kepala Keluarga. Teknik penarikan sampel dalam
penelitian ini menggunakan proportional cluster sampling sehingga jumlah
sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan dengan cara wawancara,
observasi dan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik, baik secara
deskriptif inferensial, maupun analisis hubungan antar variabel. Analisis
hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan analisis statistik SPSS
Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengelolaan Alokasi Dana
Desa (ADD) telah berjalan dengan baik dan telah memenuhi sebagian besar
prinsip efektivitas pengelolaan keuangan desa. Meskipun demikian, pemerintah
desa masih perlu meningkatkan kualitas program yang berorientasi pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat agar manfaat Dana Desa tidak hanya
terlihat pada aspek administratif dan pelaksanaan program, tetapi juga pada
peningkatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. 2)
Kualitas pembangunan fisik telah terlaksana dengan baik dan mampu memenuhi
sebagian besar kebutuhan masyarakat. Namun demikian, pemerintah desa perlu
terus meningkatkan kualitas dan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun
agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, berkelanjutan,
dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka
panjang. 3) Efektivitas pengelolaan alokasi dana desa berpengaruh terhadap
kualitas pembangunan fisik dan memiliki hubungan kuat. Dengan kata lain
hipotesis yang diajukan dapat diterima yaitu efektivitas pengelolaan alokasi dana
desa berpengaruh kualitas pembangunan fisik artinya bahwa semakin baik
efektivitas pengelolaan alokasi dana desa maka kualitas pembangunan fisik akan
meningkat.