Abstract:
ABSTRAK
Sena Ariska, NIM. 3403210071. “Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Biaya Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2024)”. Dibawah bimbingan Bapak Mohamad Apip, S.E., M.Si. (Pembimbing I) dan Bapak Dendy Syaiful Akbar, S.e., M.Si. (Pembimbing II)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja lingkungan dan biaya lingkungan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengelolaan lingkungan dalam mendukung keberlanjutan perusahaan serta masih adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu mengenai hubungan antara kinerja lingkungan, biaya lingkungan, dan kinerja keuangan. Kinerja lingkungan diukur menggunakan peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), biaya lingkungan diukur berdasarkan rasio biaya lingkungan terhadap laba bersih, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA).
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan perusahaan pertambangan yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Demikian pula biaya lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, kinerja lingkungan dan biaya lingkungan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji F yang memperoleh nilai Fhitung sebesar 1,136 lebih kecil dibandingkan Ftabel sebesar 4,49 pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa manfaat dari pengelolaan lingkungan dan pengeluaran biaya lingkungan cenderung bersifat jangka panjang sehingga belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan pertambangan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti efisiensi operasional, harga komoditas, kondisi pasar, dan strategi manajemen perusahaan.