Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk sosio-kultural dalam tradisi
Among-Among di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan
simpulan. Penelitian ini difokuskan pada analisis bentuk-bentuk sosio-kultural yang
dirumuskan berdasarkan teori sosiologi Soekanto dan teori budaya yang
dikemukakan oleh Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi
Among-Among mengandung enam nilai sosio-kultural, yaitu nilai kerja sama,
keharmonisan, kepatuhan, pelestarian, religius, dan simbolik. Bentuk-bentuk
tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung selama
pelaksanaan tradisi. Berdasarkan hasil analisis, tradisi Among-Among memiliki
potensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pengayaan bahan ajar teks deskripsi
karena menghadirkan objek budaya yang kaya akan informasi faktual dan bentuk
interaksi dalam kehidupan masyarakat. Implementasi hasil penelitian ini dalam
pembelajaran dapat memberikan sumber belajar yang dekat dengan pengalaman
sosial peserta didik, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan
mendeskripsikan objek, tempat, kegiatan, maupun fenomena budaya secara rinci,
sistematis, dan bermakna. Selain itu, pemanfaatan tradisi lokal sebagai materi
pengayaan juga dapat mendorong tumbuhnya kesadaran budaya, sikap apresiatif
terhadap kearifan lokal, serta pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya
masyarakat di sekitarnya.