Abstract:
Sadiyati, NIM 2108220027, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh.
Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa dalam Konten Channel YouTube Hirotada Radifan Edisi Kriminal”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa yang digunakan oleh Hirotada Radifan dalam konten channel YouTube edisi kriminal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan yang terdapat dalam tiga video yang diunggah oleh Hirotada Radifan pada channel YouTube edisi kriminal selama periode Januari 2026 hingga Maret 2026, yaitu “Manajemen Palsu Pemandu Karaoke Batam” yang diunggah pada 13 Januari 2026, “Nonton Ini Kalau Udah Buka Puasa Biar Gak Batal” yang diunggah pada 26 Februari 2026, dan “H0r0r Tetangga Dijadiin Patung” yang diunggah pada 3 Maret 2026. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung gaya bahasa berdasarkan teori Keraf (2023), meliputi gaya bahasa berdasarkan pilihan kata (resmi, tak resmi, dan percakapan), gaya bahasa berdasarkan nada (sederhana, mulia dan bertenaga, serta menengah), gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat (klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi), dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (retoris dan kiasan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi pustaka, simak, catat, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 220 data gaya bahasa yang terdiri atas gaya bahasa resmi, tak resmi, percakapan, sederhana, mulia dan bertenaga, menengah, klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, repetisi, retoris, dan kiasan. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah gaya bahasa tak resmi sebanyak 35 data (15,91%), sedangkan gaya bahasa yang paling sedikit ditemukan adalah gaya bahasa resmi sebanyak 2 data (0,91%). Dominasi gaya bahasa tak resmi menunjukkan bahwa Hirotada Radifan cenderung menggunakan bahasa yang komunikatif, santai, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari audiens sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian, disusun alternatif pengayaan bahan ajar teks berita berbasis digital yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia kelas XI fase F SMA/MA/SMK Sederajat pada elemen membaca dan memirsa. Pengayaan bahan ajar tersebut memanfaatkan contoh-contoh autentik penggunaan gaya bahasa dalam media digital untuk membantu peserta didik mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis.