Abstract:
Praktik berbicara di ruang publik digital memunculkan fenomena penutur anak
yang mampu berkomunikasi secara lancar dan meyakinkan dalam podcast,
meskipun secara teoretis belum mencapai kematangan komunikasi publik menurut
Jean Piaget. Fenomena tersebut tampak pada Ryu Kintaro Sebastian yang kerap
tampil dalam berbagai podcast YouTube. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan
retorika berbahasa Ryu berdasarkan teori retorika modern Rintoh yang mencakup
ethos, pathos, dan logos, serta menghasilkan bahan ajar pidato untuk siswa SMP
kelas VIII Fase D. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
sumber data lima tayangan podcast YouTube periode Maret–September 2025. Data
dikumpulkan melalui teknik simak catat dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model Miles dan Huberman. Pengembangan bahan ajar mengacu
pada prinsip Depdiknas dalam Kosasih. Hasil penelitian menemukan 161
kemunculan retorika berbahasa. Aspek ethos menjadi yang paling dominan
(52,17%), diikuti pathos (29,81%) dan logos (18,01%). Ketiga aspek tersebut
menunjukkan bahwa Ryu mampu menerapkan strategi retorika secara utuh dalam
komunikasi digital. Berdasarkan hasil kajian, dikembangkan bahan ajar digital
interaktif berbasis flipbook menggunakan Canva.com. Hasil validasi oleh dua guru
Bahasa Indonesia menunjukkan rata-rata kelayakan sebesar 96,43% dengan
kategori sangat layak sehingga bahan ajar dinyatakan layak digunakan sebagai
alternatif pengayaan pembelajaran pidato di SMP kelas VIII Fase D.