| dc.description.abstract |
ABSTRAK
Hubungan Kualitas Tidur dengan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cijeunjing (Studi Kasus di Desa Kertaharja)
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lansia dan menjadi penyebab utama meningkatnya angka morbiditas serta mortalitas. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah kualitas tidur. Lansia yang mengalami gangguan tidur cenderung mengalami peningkatan aktivitas saraf simpatik sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cijeunjing Kabupaten Ciamis Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cijeunjing dengan sampel sebanyak 89 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan hipertensi diukur melalui pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer sesuai standar operasional prosedur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 59 orang (66,3%), sedangkan hipertensi derajat 2 merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu 40 orang (45,0%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,614, yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara kualitas tidur dan hipertensi pada lansia. Disimpulkan bahwa semakin buruk kualitas tidur lansia, semakin tinggi kecenderungan mengalami hipertensi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia.
Kata Kunci: kualitas tidur, hipertensi, lansia, PSQI. |
en_US |