Abstract:
Riska Dwi Anggraeni Putri, NIM. 3403220036. “Pengaruh Inflasi Terhadap Return Saham (Suatu Studi Pada Perusahaan Bank Tabungan Negara (BTN) Periode 2014 – 2024)”. Dibawah bimbingan Mohamad Apip, S.E., M.Si (Pembimbing 1) dan Wahyu Wahyudin, S.E., M.Ak (Pembimbing II).
Penelitian ini difokuskan pada pengaruh inflasi terhadap return saham pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) selama periode 2014–2024. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana perkembangan tingkat inflasi selama periode 2014–2024?; (2) Bagaimana perkembangan return saham PT. Bank Tabungan Negara (BTN) selama periode 2014–2024?; dan (3) Bagaimana pengaruh inflasi terhadap return saham PT. Bank Tabungan Negara (BTN)?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Perkembangan tingkat inflasi selama periode 2014–2024; (2) Perkembangan return saham PT. Bank Tabungan Negara (BTN); (3) Pengaruh inflasi terhadap return saham PT. Bank Tabungan Negara (BTN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan bersifat asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, analisis koefisien korelasi Pearson, analisis regresi linier sederhana, koefisien determinasi, serta uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Penelitian ini juga didasarkan pada beberapa teori, antara lain Arbitrage Pricing Theory (APT) yang menyatakan bahwa inflasi merupakan faktor risiko sistematis yang memengaruhi return saham, teori Fama yang menyatakan hubungan negatif antara inflasi dan return saham, serta fenomena Stock Return Puzzle yang menjelaskan ketidaksesuaian antara teori dan hasil empiris. Hasil penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat inflasi selama periode penelitian berada dalam kategori inflasi ringan (creeping inflation) dengan rata-rata sebesar 3,40%, sedangkan return saham BTN menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi dengan rata-rata sebesar 10,46%. Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi memiliki hubungan positif namun rendah terhadap return saham dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,319 dan tidak signifikan. Koefisien determinasi sebesar 10,2% menunjukkan bahwa inflasi hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi return saham, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil uji hipotesis melalui uji t dan uji F juga menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Diharapkan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) dapat lebih memperhatikan faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja saham selain inflasi, seperti kondisi internal perusahaan, kebijakan pemerintah, serta sentimen pasar, sehingga mampu menjaga stabilitas return saham.
Kata Kunci: Inflasi, Return Saham, Arbitrage Pricing Theory, Teori Fama, Stock Return Puzzle