Abstract:
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang berisiko
menyebabkan komplikasi serius sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis
yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Slow Deep
Breathing (SDB) terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas
Purbaratu Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental
dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 lansia usia ≥60
tahun (63,3% perempuan), dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi
SDB dilakukan selama 15 menit, dua kali sehari selama 14 hari. Pengukuran
tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter
aneroid. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test setelah uji normalitas
Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05). Hasil penelitian
menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik baik pagi
maupun sore hari (p=0,000; p<0,05). Rata-rata sistolik pagi menurun dari 164,17
mmHg menjadi 146,10 mmHg, dan diastolik dari 103,40 mmHg menjadi 94,83
mmHg. Disimpulkan bahwa terapi SDB berpengaruh signifikan dalam menurunkan
tekanan darah lansia. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi mandiri
keperawatan dalam pengendalian hipertensi pada lansia.