Abstract:
ABSTRAK
Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Data di UPTD Puskesmas Sodonghilir masih sangat tinggi untuk
kasus tuberkulosis paru termasuk urutan 3 besar sesuai data dari Dinas Kesehatan
sebanyak 129 kasus TB SO dan TB RO sebanyak 2 kasus jumlah kasus TB SO
dan TB RO 131 kasus berdasarkan dari SITB pada tahun 2024. Ada banyak
faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru
di Wilayah Kerja Puskesmas Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian
deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua orang
yang terkena penyakit Tuberkulosis Paru sebanyak 57 orang berdasarkan rumus
slovin dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah
diuji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalilsis menggunakan uji chi
square. Hasil penelitian didapatkan dari 57 responden sebagian besar tidak
merokok (59,6%), memiliki status gizi normal (56,1%), mengalami riwayat
kontak (66,7%), dan berpengetahuan kurang baik (57,9%). Ada hubungan status
merokok (p-value = 0,037), faktor status gizi (p-value = 0,029), faktor riwayat
kontak (p-value = 0,039), dan faktor pengetahuan (p-value = 0,045) dengan
kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sodonghilir.
Kesimpulannya ada hubungan antara status merokok, status gizi, riwayat kontak,
pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru. Puskesmas Sodonghilir dapat
memberikan desiminasi ilmu pada masyarakat terkait TB Paru dengan
penyuluhan, simulasi dan demonstrasi, menyediakan media seperti brosur, baliho,
spanduk, dan melibatkan berbagai pihak.