Abstract:
Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang memiliki
kerentanan tinggi terhadap penurunan fungsi fisik, psikologis, sosial, maupun
spiritual, khususnya bagi mereka yang tinggal di panti sosial. Stress menjadi
salah satu permasalahan psikologis yang umum dialami dan berpotensi
menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan kualitas hidup lansia di
Panti Sosial Tresna Werdha Welas Asih Tasikmalaya. Metode Penelitian:
Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif
korelasional dan metode cross sectional. Sampel: Penelitian ini melibatkan
seluruh lansia, dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden melalui teknik
total sampling. Instrumen Penelitian: Data dikumpulkan melalui kuesioner
yaitu Tingkat Stress diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale
(PSS-10), sedangkan kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOLBREF. Hasil Penelitian: Analisa Data menggunakan Uji Spearman Rank
menunjukan hampir seluruh responden mengalami stress sedang sebanyak 32
orang (88.9%) dengan kualitas hidup baik sebanyak 29 orang (80.6%). Maka
dapat disimpulkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stress dan
kualitas hidup karena nilai signifikansi (α = 0,05) lebih tinggi dibandingkan
p value (0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat stress, maka semakin
rendah kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, penelitian ini
merekomendasikan pelaksanaan intervensi keperawatan holistik yang
meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual untuk membantu
menurunkan stress dan meningkatkan kualitas hidup lansia di panti sosial.