Abstract:
Nama: Fitria Hayatun Nufus. NIM. 3403200067. “Pengaruh Kinerja
Keuangan terhadap Pengungkapan Evironmental, Social and Governance
(ESG Disclosure) (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang
Terdaftar di BEI Periode Tahun 2024)”. Di bawah Bapak Mohamad Apip,
S.E., M.Si. (Pembimbing I) dan Dendy Syaiful Akbar, S.E., M.Si. (Pembimbing
II).
Penelitian ini dilatarbelakangin oleh perkembangan konsep keberlanjutan
bisnis mendorong perusahaan, khususnya sektor pertambangan, untuk tidak hanya
berorientasi pada profit, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan
tata kelola (Environmental, Social, and Governance / ESG). Di Indonesia,
meskipun regulasi terkait pelaporan keberlanjutan telah diatur melalui UU No. 32
Tahun 2009, UU No. 3 Tahun 2020, dan POJK No. 51/2017, tingkat pengungkapan
ESG di sektor pertambangan masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah: 1)
menganalisis perkembangan kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang
terdaftar di BEI periode tahun 2024, 2) menganalisis perkembangan pengungkapan
ESG pada perusahaan tersebut, dan 3) menganalisis pengaruh kinerja keuangan
terhadap pengungkapan ESG. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan explanatory research. Populasi penelitian terdiri dari 30
perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2024, dengan teknik
purposive sampling sehingga diperoleh 6 perusahaan sebagai sampel. Variabel
independen adalah kinerja keuangan yang diukur dengan Return on Assets (ROA),
sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan ESG yang diukur
menggunakan skor ESG dari Bursa Efek Indonesia yang berbasis metodologi
Thomson Reuters. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil
penelitian menujukan bahwa: 1) Kinerja keuangan pada perusahaan sektor
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami
perkembangan yang bervariasi. 2) Rata-rata skor Environmental, Social, and
Governance (ESG) dari enam perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia adalah 39,612, tergolong kategori sedang. 3) Tidak terdapat
pengaruh signifikan antara kinerja keuangan terhadap pengungkapan Evironmental,
Social and Governance (ESG) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah kinerja keuangan bukan faktor dominan dalam mendorong keterbukaan
informasi keberlanjutan pada perusahaan pertambangan. Oleh karena itu,
diperlukan strategi tambahan seperti peningkatan kesadaran manajemen,
penyesuaian kebijakan, dan dorongan regulatif yang lebih tegas. Diharapkan
perusahaan pertambangan perlu meningkatkan kualitas pengungkapan ESG untuk
membangun citra positif dan kepercayaan investor.