Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pemantauan tekanan darah secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada era digital, literasi digital menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan individu dalam melakukan pemantauan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi digital dengan kepatuhan pemantauan tekanan darah pada masyarakat usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Banjar 3 Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh masyarakat usia produktif penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Banjar 3 Kota Banjar sebanyak 105 responden, dengan teknik purposive sampling dan perhitungan besar sampel dengan rumus slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi digital dan kuesioner kepatuhan pemantauan tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat literasi digital kategori sedang (40,0%), diikuti kategori rendah (37,1%) dan tinggi (22,9%). Kepatuhan pemantauan tekanan darah sebagian besar berada pada kategori sedang (57,1%), diikuti kategori tinggi (21,9%) dan rendah (21,0%). Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dengan kepatuhan pemantauan tekanan darah (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah literasi digital berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan pemantauan tekanan darah pada masyarakat usia produktif. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital diharapkan dapat mendukung kepatuhan pemantauan tekanan darah dan pengendalian hipertensi secara optimal.