Abstract:
ABSTRAK
Pembangunan Jalan bertujuan untuk meningkatkan kelancaran tranportasi darat guna menunjang kesejahteraan dan perekomian masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan jalan tidak luput dari adanya risiko yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan. Hal ini berhubungan dengan dampak dari risiko yang timbul yang dapat menghambat serta merugikan pihak pelaksana proyek baik dari segi biaya, waktu, mutu maupun lingkup pekerjaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dalam pelaksanaan Proyek jalan Provinsi pada Paket Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Karangnunggal-Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat, untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan (major risk) serta melakukan respon risiko dan untuk kepemilikan risiko agar dapat mengurangi konsekuensi yang ditimbulkan oleh risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer dari kuisener dan wawancara, data sekunder dari study literatur dan data proyek dinas DBMPR.
Kuisener disebarkan kepada responden yaitu intansi terkait 10 (sepuluh) orang, konsultan 5 (lima) orang, kontraktor 10 (sepuluh) orang, terdiri dari staff, pengawas proyek dan pekerja lapangan. Hasil dari penelitian pada pelaksanaan proyek pemeliharaan berkala jalan propinsi di Propinsi Jawa Barat teridentifikasi dua belas (12) faktor risiko dan delapan (8) faktor risiko dominan yaitu : berasal dari sumber risiko: 1 (satu) risiko politik, 1 (satu) risiko pemasaran, 1 (satu) risiko ekonomi, 2 (dua) risiko proyek, 1 (satu) risiko manusia, 1 (satu) risiko kriminal, 1 (satu) risiko keselamatan. Tindakan respon risiko dilakukan untuk mengurangi dampak negative dari risiko-risiko yang termasuk dalam kategori risiko dominan (major risk) dengan pemilik resiko adalah intansi terkait, konsultan dan kontraktor, dari 8 faktor risiko yang variabel (X9) kebutuhan material aggregat tidak terpenuhi karena banyaknya pemintaan di quary dominan diambil 1 faktor risiko yang paling menonjol yaitu faktor proyek dengan.