Abstract:
Peternakan merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar
untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan protein hewani, dan ayam
kampung menjadi salah satu komoditas yang menunjang hal tersebut. Ayam
kampung memiliki kemampuan adaptasi yang baik di berbagai wilayah dan
potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui: 1) Faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pada
Peternakan Ayam Kampung Sistem Makloon di Desa Situmandala Kecamatan
Rancah Kabupaten Ciamis; 2) Faktor eksternal yang menjadi peluang dan
ancaman pada peternakan tersebut; serta 3) Strategi pengembangan usaha ternak
ayam kampung di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilengkapi dengan analisis SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara dan kuesioner kepada 10 peternak ayam kampung Sistem
Makloon di Desa Situmandala yang diambil secara sensus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah daya
adaptasi ayam kampung yang tinggi, keunggulan rasa daging, serta kemudahan
dalam pemeliharaan. Sedangkan kelemahan utamanya meliputi keterbatasan
modal usaha, keterampilan manajemen yang terbatas, dan ketergantungan pada
pemasok pakan. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah meningkatnya
permintaan pasar, ketersediaan teknologi pemeliharaan yang efisien, dan
dukungan pemerintah. Adapun ancaman utamanya meliputi fluktuasi harga pakan,
risiko penyakit, dan kompetisi dengan peternak lain. Berdasarkan analisis
tersebut, strategi pengembangan yang dapat diterapkan meliputi pemilahan dan
penyortiran bibit DOC yang berkualitas, peningkatan mutu genetik, pemberian
pakan dan vaksinasi yang tepat, perbaikan manajemen kandang, serta
pemanfaatan peluang pasar melalui penjualan ke rumah makan atau rumah
potong.