Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program
pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mekarwangi terhadap
Kelompok Tani Mekar Mulya. Desa Mekarwangi menghadapi tantangan
signifikan terkait sektor pertanian, termasuk penggunaan metode tradisional, akses
terbatas ke teknologi modern, dan literasi pasar yang rendah, yang menyebabkan
produktivitas dan kesejahteraan petani kurang maksimal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui
wawancara dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan belum optimal.
Terdapat keterbatasan dalam pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi yang hanya
dilakukan setahun sekali, disebabkan oleh alokasi anggaran yang minim dari
APBDes. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia seperti tenaga penyuluh
pertanian menghambat proses penguatan potensi kelompok tani. Hal ini
mengakibatkan peningkatan produktivitas yang tidak signifikan, hanya sekitar 5-
10%, dan petani masih sangat bergantung pada tengkulak karena kurangnya
wadah pemasaran kolektif.
Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar Pemerintah Desa
Mekarwangi mengintegrasikan program pemberdayaan pertanian secara jelas ke
dalam APBDes dan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk dukungan
teknis. Selain itu, Kelompok Tani Mekar Mulya perlu memperkuat organisasi
internal dan meningkatkan partisipasi aktif anggotanya. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas
pertanian di wilayahnya.
Kata kunci: Pemberdayaan, Kelompok Tani, Pemerintah Desa