Abstract:
Latar belakang Demam typhoid atau typhoid fever adalah penyakit demam akut yang disebabkan akibat infeksi Salmonella typhi. Demam typhoid merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, hygiene diri yang didalamnya termasuk penggunaan air bersih, cuci tangan dan konsumsi jajanan sehat. Hygiene perorangan merupakan ciri berperilaku hidup sehat. Beberapa kebiasaan berperilaku hidup sehat antara lain kebiasaan mencuci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran Tahun 2025. Metode penelitian pada penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini masyarakat yang berusia 17-35 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran sebanyak 9.453 orang. Sampel yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 99 orang. Hasil penelitian, menunjukan bahwa sebagian besar responden yaitu 61 orang (61,6%) memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak baik, sebagian besar responden yaitu 59 orang (59,6%) mengalami kejadian demam typoid dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran karena nilai α > ρ value (0,05 > 0,000), Hubungan ini ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar 0.747 yang termasuk kedalam kategori kuat (0,60-0,80). Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian demam typhoid.
Kata Kunci : kebiasaan mencuci tangan, demam typoid
Referenci : 37 (2018-2022)