Unigal Repository

PENANAMAN NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS BUDAYA: SEBUAH DESAIN MIXED-METHODS KOMPARATIF DI SD INDONESIA DAN MALAYSIA

Show simple item record

dc.contributor.author Suryana, Aan
dc.contributor.author Sondarika, Wulan
dc.contributor.author Ratih, Dewi
dc.contributor.author Dian Diana, Gunawan
dc.date.accessioned 2026-04-08T04:32:02Z
dc.date.available 2026-04-08T04:32:02Z
dc.date.issued 2026-02-28
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8482
dc.description.abstract Pembelajaran sejarah di Sekolah Dasar pada era sekarang khususnya di Indonesia menghadapi banyak tantangan, terutama berkaitan dengan konten sejarah yang terkesan kering dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kebijakan kurikulum untuk mata pelajaran sejarah di SD yang digabungkan menjadi IPAS, minimnya inovasi yang dilakukan oleh pendidik dalam mengelola pembelajaran sejarah di kelas, dimana materi sejarah yang disampaikan masih fokus pada materi yang ada di buku paket, sehingga masih belum mengimplementasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Berbanding terbalik denngan kondisi pembelajaran sejarah yang ada di Malaysia. Pembelajaran sejarah di Malaysia menjadi mata pelajaran wajib yang sudah terpisah dengan mata pelajaran lain dan diajarkan mulai dari kelas 4 SD. Mata pelajaran sejarah menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang menentukan kelulusan ujian siswa. Namun dibalik kurikulum yang mendukung, terdapat permasalahan lain yang dihadapi, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran karena hanya 1 jam/minggu, sulitnya jangkauan internet juga mempengaruhi kualitas pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka diperlukan inovasi dalam proses pembelajaran yaitu dengan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah dasar. Pembelajaran sejarah berbasis budaya baik di Indonesia dan Malaysia efektif dilaksanakan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang sudah dilaksanakan dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukan adanya peningkatan rasa nasionalisme dikalangan peserta didik dari 50% menjadi 75%. en_US
dc.publisher Universitas Galuh en_US
dc.subject Pembelajaran Sejarah, Nasionalisme, Budaya en_US
dc.title PENANAMAN NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS BUDAYA: SEBUAH DESAIN MIXED-METHODS KOMPARATIF DI SD INDONESIA DAN MALAYSIA en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Kusmayadi, Yadi dan Suryana, Aan
    Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Student Team’s Achievment Division (STAD) Berbantuan Media Film Situs “Astana Gede Kawali Terhadap Kesadaran Sejarah Siswa (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen Di Kelas X SMAN 1 Baregbeg). Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk membuktikan kebenaran model Student Teams Achievmen Division yang menyatakan bahwadalam kerja kooperatif menghasilkan motivasi yang lebih daripada individualistik dalam lingkungan kompetitif, kerja kooperatif meningkatkan perasaan positif satu dengan lainnya, mengurangi keterasingan dan kesendirian, membangun hubungan dan menyediakan pandangan positif terhadap orang lain.Selain itu, penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat bagi kalangan pendidik dalam upaya pengembangan kompetensi professional, bagi kalangan pelajar dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil pembelajaran sejarah, dan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievment Division (STAD) berbantuan media film situs “Astana Gede Kawali” terhadap kesadaran sejarah siswa pada mata pelajaran sejarah, serta menemukan pengaruh kesadaran sejarah terhadap hasil belajar siswa. Bentuk analisis data yang digunakan adalah analisis uji t dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara dua kelompok variabel penelitian yang saling bebas satu dengan lainnya. Analisis uji t untuk nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol secara teknis dilakukan melalui program SPSS 16. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan Desain Kelompok Kontrol Non-ekuivalen. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Baregbeg. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu pemilihan secara acak atau random sampling dengan cara pengundian. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X di SMAN 1 Baregbeg dan kelas XIPA 1 dan X IPA 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Rencana kegiatan dalam penelitian ini adalah pertama mengadakan penelitian pendahuluan dengan mengunjungi lokasi penelitian serta mencari sumber referensi yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan yang sedang dihadapi serta penyesuain kurikulum dengan materi yang disiapkan oleh peneliti. Langkah selanjutnya adalah pembuatan film situs Astana Gede Kawali yang merupakan media pembantu dalam kegiatan pembelajaran. Kemudian dilakukan proses editing sesuai dengan tatacara yang berlaku. Dari proses ini dihasilkan produk media film yang siap diujicobakan dalam kegiatan pembelajaran. Langkah terakhir dari kegiatan ini adalah pengujian pengaruh model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan media film situs Astana Gede Kawali dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar dan kesadaran sejarah siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan media film Situs Astana Gede Kawali dengan siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan media film, yaitu hasil belajar rata-rata 76,19 untuk kelas eksperimen dan 69,29 untuk kelas kontrol. Kedua, terdapat pengaruh kesadaran sejarah terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif STAD, Media Film, Situs, Kesadaran Sejarah

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account