Abstract:
Ruas Jalan raya Ciamis – Banjar (km Bandung 129+000 – km131+000) merupakan jalur utama di Kabupaten Ciamis, dengan volume lalu lintas jalan yang padat. Berdasarkan detikJabar (2024) mencatat angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Ciamis Jawa Barat di tahun 2024 masih terbilang tinggi. Polres ciamis mencatat sebanyak 363 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2024. Sebanyak 120 orang korban meninggal dunia, 2 luka berat, dan 430 luka ringan di jalan raya ciamis. Meski masih terbilang tinggi, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2024 menurun jika di bandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2023 ada 405 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban tewas 126 orang, 25 luka berat, dan 453 luka ringan. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan analisis titik rawan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Ciamis – Banjar (km Bandung 129+000 – km Bandung 131+000) untuk mengetahui titik – titik rawan kecelakaan jalur tersebut, serta mengevaluasi kontribusi kondisi geometrik tersebut terhadap potensi kecelakaan di ruas jalan Ciamis – Banjar (KM Bandung 129+000 – KM Bandung 131+000), yang diketahui sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik lokasi rawan kecelakaan pada ruas Jalan Ciamis Banjar Pada tahun 2020 terdapat pada segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 84 dan nilai Upper Control Limit = 85,85 maka beresiko terjadinya rawan kecelakaan, pada tahun 2021 lokasi rawan kecelakaan terjadi di segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 147 dan nilai Upper Control Limit = 119,18, pada tahun 2022 lokasi rawan kecelakaan terjadi pada segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 132 dan nilai Upper Control Limit = 103,02, pada tahun 2023 lokasi yang rawan kecelakaan terjadi di segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 168 dan nilai Upper Control Limit = 155,72, dan yang terakhir pada tahun 2024 lokasi rawan kecelakaan terjadi pada segmen 1 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan = 159 dan nilai Upper Control Limit = 125,06. Sehingga titik rawan kecelakaan berada pada segmen 2 yang memiliki karakter jalan yang buruk, serta minimnya penerangan yang rmempengaruhi jarak pandang hal ini dapat berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan.