Abstract:
Insomnia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya pada masa menjelang bebas akibat tekanan psikologis dan lingkungan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi musik frekuensi 432 Hz dalam menurunkan tingkat insomnia pada WBP menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 20 WBP laki-laki usia 23–45 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi diberikan selama 15 menit setiap hari selama 7 hari. Tingkat insomnia diukur menggunakan Insomnia Severity Index (ISI) dan dianalisis dengan uji Shapiro–Wilk serta paired t-test. Hasil menunjukkan rerata skor insomnia menurun signifikan dari 13,80 menjadi 3,35 (p < 0,001) dengan effect size (Cohen’s d = 3,21) yang menunjukkan pengaruh sangat besar. Disimpulkan bahwa terapi musik frekuensi 432 Hz efektif menurunkan tingkat insomnia dan berpotensi diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam program pembinaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur warga binaan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi relaksasi berbasis musik memiliki relevansi klinis dalam mendukung kesehatan tidur warga binaan menjelang bebas (reintegrasi sosial).
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi musik frekuensi 432 Hz dalam menurunkan tingkat insomnia pada warga binaan pemasyarakatan yang menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest–posttest terhadap 20 responden. Intervensi diberikan selama 15 menit setiap hari selama tujuh hari berturut-turut, dengan pengukuran insomnia menggunakan instrumen Insomnia Severity Index (ISI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik frekuensi 432 Hz efektif menurunkan tingkat insomnia secara signifikan sehingga berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur warga binaan menjelang bebas.