| dc.contributor.author | Permatasari, Vini Rizky | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-25T09:16:56Z | |
| dc.date.available | 2026-03-25T09:16:56Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-05 | |
| dc.identifier.citation | Permatasari, VR. 2026. Strategi Kebijakan Kewirausahaan Daerah . Preprint. Universitas Galuh Repository. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://www.researchgate.net/publication/402883019_Desain_Kebijakan_Perizinan_Berorientasi_Dampak_Ekonomi | |
| dc.identifier.uri | https://www.researchgate.net/publication/402893522_Strategi_Kebijakan_Kewirausahaan_Daerah_Instrumen_Implementasi_Insentif_untuk_Memantik_Partisipasi_Lokal | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8462 | |
| dc.description | Pengembangan kewirausahaan daerah menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, implementasi kebijakan sering kali menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta kurangnya integrasi antar instrumen kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang komprehensif dan berbasis dampak untuk meningkatkan efektivitas pengembangan kewirausahaan di tingkat daerah. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan strategi kebijakan kewirausahaan daerah yang terintegrasi melalui pendekatan konseptual dan analitis. Pembahasan mencakup berbagai instrumen kebijakan, antara lain insentif fiskal dan nonfiskal, akses pembiayaan, pengadaan publik, kebijakan local content, serta program inkubasi dan pendampingan usaha. Selain itu, aspek penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan sistem jaminan mutu juga menjadi fokus utama dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan kewirausahaan daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara instrumen kebijakan, kapasitas kelembagaan, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan yang mengintegrasikan insentif, pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan terbukti mampu meningkatkan daya saing usaha lokal serta memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan. Kesimpulannya, kebijakan kewirausahaan daerah perlu dirancang secara holistik dan adaptif dengan menekankan pada outcome yang terukur, inklusivitas, serta keberlanjutan. Dengan demikian, kebijakan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen regulasi, tetapi juga sebagai alat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkeadilan. | en_US |
| dc.description.abstract | Pengembangan kewirausahaan daerah menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, implementasi kebijakan sering kali menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta kurangnya integrasi antar instrumen kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang komprehensif dan berbasis dampak untuk meningkatkan efektivitas pengembangan kewirausahaan di tingkat daerah. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan strategi kebijakan kewirausahaan daerah yang terintegrasi melalui pendekatan konseptual dan analitis. Pembahasan mencakup berbagai instrumen kebijakan, antara lain insentif fiskal dan nonfiskal, akses pembiayaan, pengadaan publik, kebijakan local content, serta program inkubasi dan pendampingan usaha. Selain itu, aspek penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan sistem jaminan mutu juga menjadi fokus utama dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan kewirausahaan daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara instrumen kebijakan, kapasitas kelembagaan, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan yang mengintegrasikan insentif, pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan terbukti mampu meningkatkan daya saing usaha lokal serta memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan. Kesimpulannya, kebijakan kewirausahaan daerah perlu dirancang secara holistik dan adaptif dengan menekankan pada outcome yang terukur, inklusivitas, serta keberlanjutan. Dengan demikian, kebijakan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen regulasi, tetapi juga sebagai alat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkeadilan. | en_US |
| dc.description.sponsorship | No Funding | en_US |
| dc.publisher | Universitas Gauh | en_US |
| dc.subject | kewirausahaan daerah, kebijakan publik, UMKM, pembiayaan, pengembangan ekonomi lokal | en_US |
| dc.title | Strategi Kebijakan Kewirausahaan Daerah | en_US |
| dc.title.alternative | Instrumen Implementasi & Insentif untuk Memantik Partisipasi Lokal | en_US |
| dc.type | Preprint | en_US |